Selasa, 18 September 2012

PENGARUH CARA PEMBERIAN PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP KONVERSI PAKAN DAN PERTUMBUHAN IKAN MAS (Cyprinus carpio)


PENGARUH CARA PEMBERIAN PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP KONVERSI PAKAN DAN PERTUMBUHAN IKAN MAS (Cyprinus carpio)
            Ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan salah satu ikan yang cocok untuk dibudidayakan dalam keramba jaring apung karena merupakan ikan pemakan segala dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan. Pemberian pakan buatan dalam usaha budidaya intensif merupakan salah satu faktor penunjang penting untuk meningkatkan produksi. Salah satu cara untuk menekan biaya pakan dalam usaha budidaya ikan secara intensif adalah dengan penggunaan pakan secera efisien agar ikan tumbuh optimal dan pakan yang terbuang seminimal mungkin. Kedua penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh cara pemberian pakan secara satiasi (at satiation) dan berdasarkan bobot biomassa (6% dan 8% dari bobot biomassa) terhadap konversi pakan dan pertumbuhan ikan mas.
            Pemeliharaan ikan mas (Cyprinus carpio) dilakukan selama 70 hari dalam keramba jaring apung (KJA) di Waduk Jatiluhur, Purwakarta. Sebanyak 80 kg ikan mas (rata-rata 10 g/ekor) dipelihara dalam jaring apung ukuran 7×7 m dan kedalaman 3 m. Selama pemeliharaan, ikan diberi pakan dengan frekuensi yang sama sebanyak 5 kali/hari (pukul 07.00, 10.00, 13.00, 15.00 dan 17.00) namun dengan teknik yang berbeda sebagai perlakuan. Pada penelitian pertama teknik pemberian pakan pada jaring pertama adalah sebanyak 6% dari bobot biomassa dan sekenyangnya (at satiation) pada jaring kedua, kemudian penelitian ke-2 pemberian pakan pada jaring pertama adalah sebanyak 8% dari bobot biomassa dan sekenyangnya (at satiation) pada jaring kedua.
            Pada masing-masing jaring, diukur laju pertumbuhan harian ikan, kelangsungan hidup, konversi pakan dan produksi yang dihasilkan selama 70 hari pemeliharaan. Sedangkan untuk mengetahui kelayakan media pemeliharaan, dilakukan pengukuran pH, CO2, alkalinitas, kesadahan, kekeruhan, kadar amonia, COD dan BOD pada air pemeliharaan.
            Hasil dari penelitian tersebut yaitu pertumbuhan harian, bobot rata-rata, pertambahan bobot ikan dan produksi biomassa ikan yang diberi pakan dengan metode at satiation mempunyai nilai yang relatif lebih tinggi daripada ikan yang diberi pakan sebanyak 8% dari bobot biomassa (BBm). Metode pemberian pakan secara satiasi dimungkinkan lebih sesuai untuk kebutuhan ikan mas (Cyprinus carpio) daripada pemberian pakan sebanyak 8% BBm.
            Pemberian pakan secara at satiation berarti pemberian pakan sesuai dengan daya tampung lambung dan tidak berlebih. Nilai konversi pakan ikan pada jurnal pertama dengan pakan sebesar 6% adalah sebesar 1,91, yang sedikit lebih tinggi dibanding secara at satiation sebesar 1,86. Dari nilai konversi pakan tersebut didapatkan biaya pakan untuk menghasilkan 1 kg ikan adalah sebesar Rp.5.157,- pada pakan 6% dan Rp.5.022,- pada pakan at satiation (asumsi harga pakan Rp.2.700,-Kg). Pada jurnal kedua konversi pakan sebesar 1,79 untuk metode at satiation, nilai konversi pakan tersebut juga lebih tinggi dari pada metode pemberian pakan sebesar 8% BBm yaitu 1,84. Dari nilai konversi pakan tersebut didapatkan biaya pakan untuk menghasilkan 1 kg ikan adalah sebesar Rp. 4.968,- pada pakan 8% dan Rp. 4.833,- pada pakan at satiation (asumsi harga pakan Rp.2.700,-Kg). Hal ini berarti bahwa teknik at satiation lebih efisien walaupun jumlah pakan yang dibutuhkan lebih banyak karena bobot biomassa akhir tercatat lebih besar dibandingkan dengan pakan 6%, begitu pula pada jurnal yang ke-2 perlakuan at satiation relatif lebih menguntungkan dan lebih efektif dibandingkan dengan metode pemberian pakan berdasarkan 8% BBm.
            Konversi dan efisiensi pakan erat hubungannya dengan nilai kecernaan yang menggambarkan persentase nutrien yang dapat diserap oleh saluran pencernaan tubuh ikan. Semakin besar nilai kecernaan suatu pakan maka semakin banyak nutrien pakan yang dimanfaatkan oleh ikan tersebut. Penyerapan nutrien oleh tubuh dipengaruhi oleh berbagai hal seperti kualitas pakan dan jumlah pakan yang dikonsumsi.




2 komentar: