PENGARUH CARA PEMBERIAN PAKAN YANG
BERBEDA TERHADAP KONVERSI PAKAN DAN PERTUMBUHAN IKAN MAS (Cyprinus carpio)
Ikan mas (Cyprinus carpio)
merupakan salah satu ikan yang cocok untuk dibudidayakan dalam keramba jaring
apung karena merupakan ikan pemakan segala dan mudah menyesuaikan diri dengan
lingkungan. Pemberian pakan buatan dalam usaha budidaya intensif merupakan
salah satu faktor penunjang penting untuk meningkatkan produksi. Salah satu
cara untuk menekan biaya pakan dalam usaha budidaya ikan secara intensif adalah
dengan penggunaan pakan secera efisien agar ikan tumbuh optimal dan pakan yang
terbuang seminimal mungkin. Kedua penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
pengaruh cara pemberian pakan secara satiasi (at satiation) dan
berdasarkan bobot biomassa (6% dan 8% dari bobot biomassa) terhadap konversi
pakan dan pertumbuhan ikan mas.
Pemeliharaan ikan mas (Cyprinus
carpio) dilakukan selama 70 hari dalam keramba jaring apung (KJA) di Waduk
Jatiluhur, Purwakarta. Sebanyak 80 kg ikan mas (rata-rata 10
g/ekor) dipelihara dalam jaring apung ukuran 7×7 m dan kedalaman 3 m. Selama
pemeliharaan, ikan diberi pakan dengan frekuensi yang sama sebanyak 5 kali/hari
(pukul 07.00, 10.00, 13.00, 15.00 dan 17.00) namun dengan teknik yang berbeda
sebagai perlakuan. Pada penelitian pertama teknik pemberian pakan pada jaring
pertama adalah sebanyak 6% dari bobot biomassa dan sekenyangnya (at
satiation) pada jaring kedua, kemudian penelitian ke-2 pemberian pakan pada
jaring pertama adalah sebanyak 8% dari bobot biomassa dan sekenyangnya (at
satiation) pada jaring kedua.
Pada masing-masing jaring, diukur
laju pertumbuhan harian ikan, kelangsungan hidup, konversi pakan dan produksi
yang dihasilkan selama 70 hari pemeliharaan. Sedangkan untuk mengetahui
kelayakan media pemeliharaan, dilakukan pengukuran pH, CO2, alkalinitas,
kesadahan, kekeruhan, kadar amonia, COD dan BOD pada air pemeliharaan.
Hasil dari penelitian tersebut yaitu
pertumbuhan harian, bobot rata-rata, pertambahan bobot ikan dan produksi
biomassa ikan yang diberi pakan dengan metode at satiation mempunyai
nilai yang relatif lebih tinggi daripada ikan yang diberi pakan sebanyak 8%
dari bobot biomassa (BBm). Metode pemberian pakan secara satiasi dimungkinkan
lebih sesuai untuk kebutuhan ikan mas (Cyprinus carpio) daripada
pemberian pakan sebanyak 8% BBm.
Pemberian pakan secara at
satiation berarti pemberian pakan sesuai dengan daya tampung lambung dan
tidak berlebih. Nilai konversi pakan ikan pada jurnal pertama dengan pakan
sebesar 6% adalah sebesar 1,91, yang sedikit lebih tinggi dibanding secara at
satiation sebesar 1,86. Dari nilai konversi pakan tersebut didapatkan biaya
pakan untuk menghasilkan 1 kg ikan adalah sebesar Rp.5.157,- pada pakan 6% dan
Rp.5.022,- pada pakan at satiation (asumsi harga pakan Rp.2.700,-Kg).
Pada jurnal kedua konversi pakan sebesar 1,79 untuk metode at satiation,
nilai konversi pakan tersebut juga lebih tinggi dari pada metode pemberian
pakan sebesar 8% BBm yaitu 1,84. Dari nilai konversi pakan tersebut didapatkan
biaya pakan untuk menghasilkan 1 kg ikan adalah sebesar Rp. 4.968,- pada pakan
8% dan Rp. 4.833,- pada pakan at satiation (asumsi harga pakan
Rp.2.700,-Kg). Hal ini berarti bahwa teknik at satiation lebih efisien
walaupun jumlah pakan yang dibutuhkan lebih banyak karena bobot biomassa akhir
tercatat lebih besar dibandingkan dengan pakan 6%, begitu pula pada jurnal yang
ke-2 perlakuan at satiation relatif lebih menguntungkan dan lebih
efektif dibandingkan dengan metode pemberian pakan berdasarkan 8% BBm.
Konversi dan efisiensi pakan erat
hubungannya dengan nilai kecernaan yang menggambarkan persentase nutrien yang
dapat diserap oleh saluran pencernaan tubuh ikan. Semakin besar nilai kecernaan
suatu pakan maka semakin banyak nutrien pakan yang dimanfaatkan oleh ikan
tersebut. Penyerapan nutrien oleh tubuh dipengaruhi oleh berbagai hal seperti
kualitas pakan dan jumlah pakan yang dikonsumsi.
makasih panduan pemberian pakan pada ikan mas ini.
BalasHapusTerimakasih, postingannya sangat bermanfaat 😊
BalasHapus